Showing posts with label Politic. Show all posts
Showing posts with label Politic. Show all posts

December 26, 2008

Penetapan Caleg dengan Sistem Suara Terbanyak

Dengan dikabulkannya gugatan uji materi atas pasal 214 huruf a, b, c, d, dan e UU No 10/2008 tentang Pemilu 2009 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) tentunya membawa angin segar dan akan menciptakan kompetisi yang sehat bagi para calon anggota legislatif untuk memenangkan Pemilu 2009 nanti.

Sistem nomor urut yang digunakan dalam penetapan calon anggota legislatif pada Pemilu 2009 bukan lagi menjadi "faktor penentu", akan tetapi legitimasi konstituent yang memberikan suara terbanyak pada calon anggota legislatif tertentu yang nantinya akan berbicara.

"Menyatakan pasal 214 huruf a, b, c, d ,dan e UU No 10/2008 tentang Pemilu anggota DPR, DPD,dan DPRD, bertentangan dengan UUD RI 1945. Selanjutnya, menyatakan pasal 214 huruf a, b, c,d, dan e UU No 10/2008 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," ujar Ketua MK Machfud MD saat membacakan putusan di Gedung MK.

Pertimbangan dari putusan ini di antaranya, ketentuan pasal 214 huruf a,b,c,d, dan e UU No 10/2008 yang menyatakan bahwa calon anggota legislatif terpilih adalah calon yang mendapat suara di atas 30 persen dari bilangan pembagian pemilu (BPP) atau menempati nomor urut lebih kecil, dinilai bertentangan dengan makna substantif dengan prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam pasal 28 d ayat 1 UUD 1945.

Atas putusan ini, Machfud memerintahkan pemuatan putusan ini dalam berita negara RI sebagaimana mestinya. "Demikian diputuskan dalam rapat pemusyawartan hakim oleh delapan hakim konstitusi pada Jumat, 19 Desember 2008 dan diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum pada Selasa 23 Desember 2008 oleh delapan hakim konstitusi," ujarnya.

Mahfud menegaskan, pelaksanaan putusan ini tidak akan menimbulkan hambatan karena sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan siap menerima dan melaksanakan apa pun keputusan dari MK.

Gugatan uji materi ini diajukan oleh Muhammad Sholeh dan Sutjipto. Sutjipto adalah salah seorang caleg Partai Demokrat yang merasa dirugikan dengan sistem penentuan caleg terpilih berdasarkan nomor urut.

August 20, 2008

Waktu untuk memastikan nama tercantum dalam DPS tinggal 1 hari lagi

Dalam keputusan yang telah dikeluarkan oleh KPU No 20 Th 2008, tanggal 08 - 21 Agustus 2008 menjadi saat-saat yang menentukan bagi warga masyarakat indonesia (yang telah memenuhi syarat untuk memilih) untuk memastikan namanya apakah sudah tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Desa/Kelurahan. jadi masih ada waktu sampai besok (21 Agustus 2008) untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap DPS dan juga dilakukannya perbaikan terhadap DPS Awal yang sudah ada




38 Partai Politik Peserta Pemilu

Sepertinya kepusingan masyarakat untuk memilih partai politik dan calon legislatif pada pemilu 2009, akan semakin bertambah, hal itu didasarkan pada banyaknya Jumlah Partai Politik yang akan ikut berkontestasi pada Pemilu 2009 nanti (09 April 2008).

Jumlah Partai pilitik peserta pemilu bertambah menjadi 38, setelah KPU memutuskan untuk melaksanakan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan menetapkan:
  • Partai Buruh,
  • Partai Merdeka,
  • Partai Sarikat Indonesia (PSI),
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI)
sebagai peserta Pemilu 2009. Sehingga jumlah parpol yang tadinya telah ditetapkan KPU sebanyak 34 parpol, kini menjadi 38 parpol peserta pemilu 2009.

Candidate Vice President Obama

Candidate president The United States of America Barack Obama will immediately announce its proxy to go forward to presidential election at the coming November. There are 3 names that mentioned over and over media The United States of Americ as the most strongest candidate Vice President Obama. All three is Joe Biden, Evan Bayh, or Tim Kaine. Wheter one from the three of name it would be emerge as candidate Vice President Obama?

Citadel Obama still conceal it. Nevertheless Obama mentions a number of criterions to consort he in presidential election 2008.

"I wish owner someone integrity, that reside in politics for reason that correctness," Obama like forwarded daily Daily Telegraph, Wednesday (20/8/2008).

"I wish independent someone. Someone that can spell out members to I: You know, Mr. President, I think wrong Anda this problem and this is its reason. And that will help me in big issues and take counsel with me, become kunci adviser," say that Senator Illinois.

"I wish someone that can become president and that will I trust to become president. That's first criterion for vice president. And last, I wished owner someone ambition to make people life America better than at this time," Obama said.

August 04, 2008

Karsa dan Kaji ke Putaran Kedua

Pemilihan Gubernur Jawa Timur Putaran II Dilaksanakan 05 November 2008

Surabaya, Kompas - Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur menetapkan pasangan calon kepala daerah Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono atau Kaji dan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf atau Karsa, melaju ke putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah Jatim 2008. Putaran kedua rencananya diselenggarakan pada 5 November 2008.

Setelah saksi dari lima pasangan calon menyatakan menerima hasil rekapitulasi suara, KPU Jatim, Jumat (1/8), menggelar rapat pleno untuk menetapkan waktu putaran kedua Pilkada Jatim.

”Kami akan mengonsultasikan rencana putaran kedua 5 November itu dengan Depdagri, KPU pusat, dan Pemprov Jatim karena tanggal ini melewati ketentuan 60 hari. Seharusnya, setelah menunggu kemungkinan gugatan, ditambah 60 hari tahapan, putaran kedua diselenggarakan 5 Oktober. Tetapi, awal Oktober, warga masih libur Hari Raya (Idul Fitri), sedangkan akhir Oktober ada pilkada empat kota, yaitu Madiun, Mojokerto, Kediri, dan Probolinggo,” tutur anggota KPU Jatim, Arief Budiman

Dalam rekapitulasi, pasangan Kaji yang diusung 12 parpol seperti PPP dan parpol nonparlemen mendapat 4.223.089 suara atau 24,82 persen dari keseluruhan 17.014.266 suara sah. Pasangan Karsa yang didukung Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat memperoleh 4.498.332 (26,44 persen).

Pasangan lain, Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR) dari PDI-P, mendapat 3.605.106 suara (21,19 persen), calon dari Partai Golkar, Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) 3.290.448 (19,34 persen), dan Achmady-Suhartono (Achsan) yang didukung PKB memperoleh 1.397.291 (8,21 persen).

Sebaran suara

Pasangan Karsa menang di empat kabupaten di Madura, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Pacitan, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jombang, Kota dan Kabupaten Madiun, Bojonegoro, dan Lamongan.

Pasangan Kaji menang di Jember, Banyuwangi, Kabupaten Probolinggo, Sidoarjo, Gresik, dan Kota Malang.

Pasangan SR menang di lima wilayah Mataraman, yakni Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, dan Magetan; juga di Kabupaten Malang dan Surabaya.

Pasangan Salam memenangi Kota Blitar, Ngawi, Tuban, Nganjuk, Ponorogo, dan Kota Batu. Adapun Achsan menang di Kabupaten dan Kota Mojokerto.Sekretaris Tim Pemenangan Kaji M Mirdasy mengatakan, Kaji tidak mampu menyelesaikan dalam satu putaran, antara lain, karena banyak pemilih yang tidak terdaftar kendati memiliki hak pilih dan banyak warga yang tidak mengetahui pelaksanaan Pilkada Jatim.

Dihubungi secara terpisah, Martono, Koordinator Tim Karsa, mengatakan, kompetisi dalam Pilkada Jatim diikuti lima pasang kandidat dan empat pasangan lain didukung partai politik besar. Karena itu, perolehan suara Karsa patut disyukuri.

Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Jatim, Dadan Suharmawijaya dan anggota Panwas Pilkada Jatim, Abdullah Bufteim, menilai, tingginya jumlah pemilih yang tidak ke TPS disebabkan lemahnya kinerja KPU Jatim dalam memutakhirkan data. (INA)

July 09, 2008

Nomor Urut Parpol untuk 2009


JAKARTA, RABU -
Pengumuman nomor urut parpol dibacakan Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2008).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan undian nomor urut partai politik yang akan digunakan dalam Pemilu 2009. Berikut ini urutannya:
1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

July 07, 2008

Jadwal Pilkada Bulan Juli 2008


Jadual Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Bulan Juli Tahun 2008

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur
Jawa timur
23-Jul-08
Bali 09-Jul-08
Nusa Tenggara Barat
07-Jul-08

Pemilihan Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota

Kota Padang Panjang 09-Jul-08
Kota Pariaman 28-Jul-08
Kab. Merangin 22-Jul-08
Kab. Banyuasin 14-Jul-08
Kab. Empat Lawang 09-Jul-08
Kab. Lumajang 23-Jul-08
Kab. Bondowoso 23-Jul-08
Kab. Jombang 23-Jul-08
Kota Malang 23-Jul-08
Kab. Lombok Timur 07-Jul-08
Kab. Mamasa 07-Jul-08

June 16, 2008

359 Kabupaten / Kota Telah Laksanakan Pilkada

Sejak Pemilihan Kepala Daerah untuk yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (01/06/2005) sampai Pilkada Kabupaten Magetan, Jawa Timur (16/06/2008), tercatat telah ada 359 Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan Pemilihan Bupati atau Walikota secara langsung.

Sedangkan untuk pilkada Provinsi, sudah ada 23 Provinsi yang telah melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, diantaranya adalah Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu, Kalteng, Kalsel, Sulut, NAD, Banten, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Papua, Irjabar, Babel, DKI Jakarta, Kalbar, Sulsel, Sultra, Maluku Utara, Jawa Barat, Sumut, Kalbar dan NTT.

Jadwal Pilkada selengkapnya bisa di download disini:
Jadwal Pilkada tahun 2005 (download)

Jadwal Pilkada tahun 2006 (download)

Jadwal Pilkada tahun 2007 (download)
Jadwal Pilkada tahun 2008 (download)


May 26, 2008

Hari Ini Kaltim Coblosan Gubernur

BALIKAPAN, TRIBUN - Kalimantan Timur menggelar pesta demokrasi. Lebih dari 2 juta warga Kaltim yang tersebar di 13 kabupaten / kota, Senin (26/5) hari ini, berbondong- bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2008-2013.

Ketua KPUD Kaltim Jafar Haruna mengingatkan kepada seluruh kandidat agar menepati janjinya yang pernah diikrarkan di depan KPUD dan Kapolda Kaltim. Dalam ikrarnya, para kandidat ketika itu mengaku siap menghadapi kekalahan dan mendukung yang menang. "Saya memohon dengan hormat supaya ikrar itu bukan omongan belaka," katanya tadi malam kepada Tribun.

Untuk pencoblosan hari ini, Jafar mengatakan, KPUD sudah siap 99 persen. "Kepada seluruh rakyat Kaltim yang sudah memiliki kartu pemilih, untuk datang ke TPS dengan memperlihatkan kartu identitas diri," pintanya. Mengenai pemungutan suara hari ini, calon gubernur dengan nomor urut 1, Awang Faroek Ishak, tak dapat dihubungi untk dimintai pendapat. Segabagai gantinya, Tribun memawancarai Farid Wadjdy, calon wakil gubernur pasangan Awang Faroek.


Farid mengaku tak ingin mendahului hasil dari proses pencoblosan Pilgub Kaltim. Kepada Tribun, Farid menyarankan agar bersabar menunggu hasil pencoblosan hingga Senin sore. "Sabar aja dulu ya. Yang jelas kita sudah melakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh, kita tunggu saja hingga besok (Senin) sore," katanya

Ditanya sikapnya jika menang atau kalah dalam Pilkada, Farid hanya tersenyum sembari kembali menyarankan untuk bersabar. "He... he.... sabar dulu ya, besok sore kami berikan komentar resmi," ujarnya.

Di tempat terpisah, cagub nor urut 2, Nusyirwan Ismail, mengaku tidak ada beban menjelang hari pencoblosan. "Saya santai saja. Saya hanya berdoa bersama sekaligus bersyukur karena masyarakat di 13 kabupaten/kota berinisiatif melakukan salat hajat jamaah di banyak tempat dengan tulus dan ikhlas," ucap Nusyirwan.

Ia mengaku akan mempertahankan sikap rendah hati. "Saya akan tetap dekat dengan rakyat sehingga bisa menangkap permasalahan yang berkembang dalam masyarakat. Kita jadi lebih peka dan menjadi pemerintahan yang responsif terhadap dinamika pembangunan," tuturnya. Terpilih atau tidak, ia menyerahkan semua kepada kuasa Allah. Apapun hasilnya nanti ia tetap bersikap legowo dan istiqomah. "Saya akan menghargai dan mendukung siapapun yang terpilih. Dan saya tidak akan berhenti memberi masukan strategis terhadap langkah-langkah pembangunan Kaltim ke depan," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak punya beban dalam mengikuti pilkada ini. "Karena apa? Selesai pilkada saya tidak punya utang," ucapnya beralasan. Pihak siapapun yang terpilih, ia siap menyampaikan ucapan selamat. "Kita juga berharap pilkada Kaltim yang pertama ini menunjukkan prestasi sebagai pilkada yang jujur, adil, damai dan bermartabat sehingga menjadi modal sangat baik bagi Kaltim dalam mengembangkan demokrasi," ucapnya. Ia juga berdoa agar Pilgub ini tidak ternodai oleh kecurangan, konflik dan pertikaian.

Sementara itu, Achmad Amins menyatakan siap menang dan siap kalah dalam Pilgub Kaltim ini. Menurut calon gubenrnur dengan nomor urut 2 itu, ia maju bersama Hadi Mulyadi demi kepentingan rakyat dan atas masukan dari teman-teman yang menginginkan dia memimpin Kaltim lima tahun ke depan. " Yah, saya mengakui semua adalah punggawa-punggawa yang memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing. Jadi kemenangan kemenangan maupun kekalahan siap diterima apapun itu," ujarnya.

Amins mengaku siap mengakomodasi semua kepentingan, karena dalam membangun daerah diperlukan kerjasama semua pihak. "Tapi, masih kita lihat nanti,bagaimana hasilnya," kata Walikota Samarinda ini. Lantas bagaimana jika kalah? Amins hanya menjawab dia akan kembali mengurusi Samarinda. "Kembali menjadi Walikota Samarinda, dan kalau mengurusi Samarinda berarti membantu membangun kaltim," tegasnya.

Sedangkan calon gubernur dengan nomor urut 4, dr H Jusuf SK, mengaku merasa biasa-biasa saja menjelang pencoblosan. Ia tidak tegang, panik atau khawatir karena ia mengaku telah berusaha optimal tinggal menunggu hasilnya. Bahkan ia mengaku sejak usai kampanye justru lebih tenang karena waktu istirahat dan kumpul bersama keluarga lebih banyak.

"Biasa-biasa saja jelang pencoblosan suara besok. Bahkan tidur lebih enak dan semuanya saya pasrahkan kepada Allah SWT," ujar Jusuf sesuai sholat Maghrib, Isya dan shalat sunat hajat berjamaah dengan sekitar 300 warga Tarakan di gedung serba guna, Minggu (25/5) malam. Jusuf bersama jamaah lainnya melakukan dzikir bersama. Jusuf juga menyempatkan bertemu dengan anak-anak yatik piatu dari Yayasan Al Mawadah Warahmah, Karang Rejo.

Dengan prinsip pasrah setelah berupaya maksimal, kata Jusuf, membuat dirinya menjadi lebih tenang menghadapi detik-detik penentuan pemimpin Kaltim 2008-2013 mendatang. Ia mengaku akan melakukan sujud syukur bersama warga jika mendapatkan amanah menjadi Gubernur Kaltim mendatang. Selain itu tidak lupa akan melakukan hubungan komunikasi via telepon dengan tiga kandidat lainnya. Pasalnya kemenangan yang diraih merupakan kemenangan warga Kaltim dan seorang gubernur tidak akan bisa bekerja secara optimal tanpa bantuan kabupaten/kota yang ada.

Sementara jika kalah ia mengaku akan mengucapkan selamat dan mendukung penuh kandidat yang menang. "Setelah pasti kemenangan yang diraih, tentu saya akan melakukan lobi-lobi salah satunya terkait krisis kelistrikan yang terjadi di Kaltim agar segera tuntas menjadi terang benderang,"ujarnya. (bdu/drm/top/don/aid)


May 22, 2008

Gerakan Anti-Politisi Busuk Dideklarasikan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah organisasi nonpemerintah mendeklarasikan gerakan nasional tidak memilih politisi busuk pada Pemilihan Umum 2009. Menurut salah seorang deklarator gerakan, Teten Masduki, gerakan ini bertujuan untuk memperbaiki keterwakilan rakyat di parlemen. "Perjuangan untuk melahirkan demokrasi tak boleh dibajak politisi busuk," kata Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch itu saat mendeklarasikan gerakan ini di Jakarta, Kamis (22/5).

Teten secara terang-terangan mengatakan, target utama gerakan antipolitisi busuk ini adalah untuk mempengaruhi rakyat untuk memilih. "Rakyat jangan sampai memilih wakil yang salah," ujarnya.

Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Jerry Sumampow, yang dimaksud politisi busuk adalah politisi busuk adalah politisi yang terlibat kasus korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan lingkungan, kejahatan terhadap perempuan, pemakaian dan perlindungan bisnis narkoba, pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial dan politik rakyat miskin, serta antipluralisme.

Jerry belum mau menyebut nama politisi yang masuk kategori politisi busuk. Menurut Jerry, gerakan antipolitisi di daerahlah yang nantinya akan merilis nama-nama politisi itu. "Kalau kami sebut sekarang, kami akan disibukkan oleh somasi seperti pada 2004," kata dia.

Dalam jangka pendek, kata Jerry, gerakan berupaya mempengaruhi rekruitmen calon anggota legislatif di partai. Sebab, kata dia, di tingkat partailah calon anggota legislatif pertama kali disaring. "Setiap calon dibuat profilnya lalu hasilnya diserahkan ke partai," kata dia.

Selain itu, gerakan juga akan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum untuk menyaring calon anggota legislatif yag diajukan partai. "Tapi itu setelah daftar calon sementara ditetepakan," ujarnya.

Koordinator Komite Aksi Solidaritas untuk Munir Asmara Nababan mengatakan, mereka yang disebut politisi busuk adalah politisi yang tidak hanya terlibat, tapi juga turut mencegah pengungkapan kasus pelanggaran hak asasi dan turut melarang aliran Ahmadiyah. "Kami akan catat nama-nama mereka," kata dia.

Anton Septian
Sumber : Tempointeraktif